Apa Tips Pencegahan Hepatitis yang Perlu Diketahui?
![]()
Prevalensi hepatitis di Indonesia masih cukup tinggi. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus ini memang dapat menular dengan mudah dan tidak menimbulkan gejala signifikan di awal infeksinya. Meski begitu, ada berbagai tips pencegahan hepatitis yang dapat dilakukan masyarakat sejak dini. Apa saja?
Hepatitis sendiri merupakan kondisi peradangan hati, yang disebabkan oleh berbagai factor, termasuk infeksi virus. Beberapa jenis virus yang diketahui dapat menyebabkan penyakit peradangan hati tersebut adalah hepatitis A, B, C, D, dan E.
Hepatitis sendiri umumnya terbagi menjadi dua jenis, yakni hepatitis akut dan kronis. Keduanya harus ditangani dengan tepat dan melalui diagnose medis. Sebab, jika Anda mengabaikannya, kondisi ini dapat berkembang dan menimbulkan komplikasi Kesehatan lainnya.
Nah, selain melakukan pengobatan yang tepat, cara yang paling ideal untuk mengatasi hepatitis adalah dengan tidak terkena sama sekali. Karenanya, Granostic membagikan tips pencegahan hepatitis yang efektif berikut ini.
Hepatitis A
Hepatitis A adalah tipe hepatitis yang terjadi karena infeksi HAV, atau virus hepatitis A. Umumnya tipe hepatitis ini memiliki gejala yang lebih ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya.Dokter pun cenderung memberikan pengobatan yang fokus pada gejala dan antivirus, untuk mencegah perkembangan virus dan menghindari kerusakan organ hati.
Akan tetapi, bukan berarti hepatitis A dapat diabaikan begitu saja. Karena pada kasus yang jarang terjadi, terdapat kemungkinan hepatitis A berkembang dan bersifat kronis pada penderitanya.
Berikut ini adalah tips mencegah infeksi hepatitis A yang dapat Anda terapkan:
Vaksinasi
Langkah pencegahan pertama adalah dengan melakukan vaksin hepatitis A. Vaksin ini sangat direkomendasikan pada orang yang memiliki risiko tinggi terpapar virus hepatitis A, seperti:- Petugas kebersihan
- Seseorang yang telah aktif berhubungan seksual
- Serta penderita penyakit liver kronis
- Meski tidak termasuk imunisasi wajib di Indonesia, vaksinasi hepatitis A dapat diberikan pada anak usia 2 sampai 18 tahun, sebanyak dua kali dengan jeda 6 sampai 12 bulan.
Kebersihan Tangan
Selain vaksinasi, penularan hepatitis A pun dapat dicegah dengan menerapkan kebiasaan yang sehat, termasuk rajin mencuci tangan khususnya sebelum memakan sesuatu. Sebab, penularan hepatitis A pun dapat melalui jalur fecal-oral, dimana feses dapat mengontaminasi makanan dan terbawa masuk ke dalam mulut.Makanan dan Minuman
Penularan hepatitis A pun dapat melalui makanan dan minuman, yang sebelumnya telah terkontaminasi oleh virus hepatitis A. Baik kontaminasi oleh saliva penderita, maupun feses atau kotoran dari lingkungan yang tidak sehat tersebut.Karenanya, ketika mengolah makanan pastikan untuk memasaknya menggunakan air yang bersih. Juga cuci dulu dengan air mengalir dan sabun.
Hepatitis B
Selanjutnya adalah hepatitis B yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B atau HBV. Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari dua juta orang di dunia terinfeksi hepatitis B.Pada kasus yang umum, hepatitis B dapat menetap dalam tubuh dan menjadi kronis. Kondisi ini dapat berkembang dan memicu komplikasi, seperti kanker hati.
Selain itu, ibu hamil dengan hepatitis B pun berkemungkinan untuk menularkan pada janin yang dikandungnya.
Karena itu, simak upaya pencegahan hepatitis B yang bisa diterapkan berikut ini:
Vaksinasi
Langkah paling awal dan utama dalam pencegahan penularan hepatitis B adalah melalui vaksinasi hepatitis B. Langkah ini akan membantu menciptakan sistem kekebalan tubuh untuk menciptakan antibodi khusus untuk melawan virus tersebut.Vaksinasi hepatitis B ini dapat Anda lakukan sejak anak-anak di bawah lima tahun, hingga mereka menginjak dewasa.
Kontak Seksual
Selain itu, hepatitis B pun dapat ditularkan lewat kontak seksual yang tak menggunakan pengaman. Penularan ini terjadi akibat pertukaran cairan tubuh melalui hubungan seksual tersebut.Karenanya, Anda bisa membentengi diri dengan menggunakan kondom. Selain itu pastikan bahwa diri Anda dan pasangan juga terbebas dari hepatitis B.
Jarum dan Alat Tajam
Cara mencegah infeksi hepatitis B selanjutnya adalah dengan menghindari berbagi jarum dan alat tajam dengan pengidap. Karena kedua benda ini pun bisa menjadi media yang menyalurkan virus hepatitis dari darah pengidap ke tubuh Anda.Perawatan Jika Hamil
Telah kita singgung sebelumnya, bahwa hepatitis B pun dapat menginfeksi ibu hamil dan ditularkan pada janin. Untuk mengatasinya, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mendapatkan diagnosis akurat.Kemudian, ibu hamil akan diberikan vaksin untuk mencegah perkembangan virus. Vaksin ini aman untuk ibu dan bayi yang dikandungnya.
Namun dalam kasus yang parah, dokter biasanya akan memberikan obat antivirus untuk mencegah perkembangan virus hepatitis B pada janin.
Hepatitis C
Timbul akibat infeksi virus hepatitis tipe C, jenis hepatitis ini pun dapat dicegah penularannya. Jenis hepatitis ini umumnya tidak memiliki gejala yang signifikan pada awal infeksinya, bahkan hingga bertahun-tahun.Kalaupun pasien mengalami gejala, sifatnya cenderung sangat umum sehingga sulit untuk diketahui sebagai hepatitis dari gejala saja.
Hepatitis C membutuhkan penanganan dengan segera, karena Ketika berada di tubuh dalam jangka Panjang sangat berisiko menyebabkan kerusakan hati.
Sebab itu, menerapkan upaya pencegahan hepatitis C di Bawah ini sangatlah perlu:
Jarum dan Alat Medis
Pertama, selain melakukan vaksin, hindari menggunakan jarum dan alat medis yang sama dengan pengidap hepatitis C. Selain itu, Anda juga harus menghindari berbagi alat pribadi lainnya bersama pengidap, seperti sikat gigi atau gunting kuku. Alat-alat ini berpotensi membawa virus dari cairan tubuh pengidap pada tubuh Anda.Kontak Seksual
Selanjutnya Anda pun bisa melakukan hubungan seksual yang aman dengan menggunakan kondom. Selain itu, selalu pastikan bahwa pasangan dan Anda untuk melakukan cek kesehatan rutin. Tak hanya untuk hepatitis, namun untuk mencegah penyakit menular seksual lainnya.Perawatan Kesehatan
Jika masih berada dalam tingkat akut, hepatitis C dapat sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu tertentu. Meski begitu, Anda tetap harus pergi berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan pada gejala, serta saran merawat diri saat terkena hepatitis C.Sementara itu, juga sudah dalam level kronis dokter akan meresepkan obat antivirus untuk menekan perkembangan virus. Langkah ini juga penting untuk mencegah komplikasi penyakit hepatitis C.
Umum untuk Semua Jenis Hepatitis
Selain berbagai tips pencegahan hepatitis A, B, dan C di atas, secara umum Anda pun dapat menghindari penularan hepatitis dengan beberapa langkah berikut ini:Edukasi dan Kesadaran
Pertama adalah memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak hepatitis, bagaimana penularannya, serta pencegahannya. Langkah ini sangat penting, mengingat hepatitis bisa menular dengan mudah di lingkungan yang sanitasinya buruk.Untuk menciptakan lingkungan hidup yang sehat dan bersih, Anda perlu melibatkan berbagai pihak. Karena air sungai yang tercemar dan masuk ke dalam rumah sebagai air cuci pakaian ataupun mandi, bisa membawa berbagai bakteri atau virus.
Tes dan Skrining di Granostic
Selanjutnya, Anda pun perlu melakukan tes kesehatan secara rutin di klinik terpercaya, seperti Granostic. Menyediakan layanan tes kesehatan lengkap, didampingi tim medis yang ahli dan dokter spesialis, hasil tes ini akan akurat.Secara umum hepatitis tak menimbulkan gejala yang mencolok di awal infeksinya. Bahkan, pada kasus hepatitis C kondisi ini dapat terjadi menahun dan saat sudah parah baru timbul gejala.
Ketika Anda melakukan tes kesehatan secara rutin, maka pendeteksian hepatitis ini dapat dilakukan sedini mungkin. Upaya penanganan dan pengobatan akan dilakukan dengan segera, sehingga dampaknya pada organ hati dan kesehatan tubuh akan dapat diminimalisir semaksimal mungkin.
Kebersihan Pribadi
Selain lingkungan tempat tinggal, memastikan dan menjaga kebersihan pribadi adalah hal yang sangat penting dalam pencegahan hepatitis. Anda harus rajin mencuci tangan ketika akan makan, selalu memperhatikan kebersihan menu makanan, dan sebagainya.Baca Juga: Yuk Cari Tau! Bagaimana Penularan Hepatitis?
Nah, Sobat Granostic itu adalah penjelasan mengenai tips pencegahan hepatitis yang dapat Anda terapkan. Ingat, hepatitis sangat jarang menunjukkan gejala awal pada infeksinya, sehingga dapat menahun berada dalam tubuh tanpa diketahui.
Kondisi ini akan merugikan bagi tubuh pasien. Karenanya, Anda pun harus tanggap dengan rutin melakukan cek kesehatan di klinik Granostic.
Menariknya lagi, kami memiliki layanan konsultasi online yang memungkinkan Anda untuk terhubung dengan tim medis kami dimanapun Anda mau.
Tak percaya? Langsung konsultasikan upaya pencegahan hepatitis bersama dokter klinik Granostic dengan klik Home Service di bawah ini.

